Bikin Darah Tinggi! Pengunjung Taman Safari Nekat Buka Kaca di Kandang Harimau Demi Konten, Warganet: Blacklist Saja!

AKURAT BANTEN-Aksi tidak terpuji kembali mencoreng standar keselamatan di kawasan konservasi satwa.
Belum lama ini, sebuah video amatir yang merekam kelakuan nekat seorang pengunjung Taman Safari Indonesia, Bogor, mendadak viral di berbagai platform media sosial dan memicu gelombang kemarahan publik.
Alih-alih mematuhi prosedur operasional standar demi keselamatan bersama, pengunjung tersebut justru dengan santainya membuka kaca mobil saat kendaraannya berada tepat di jantung area kandang harimau—demi sebuah konten ponsel pintar.
Baca Juga: Pasar Sungai Duri Luluh Lantak: 50 Ruko Habis, Kerugian Tembus Rp70 Miliar!
Kronologi Ketegangan: Saat Harimau Mulai Mendekat
Peristiwa yang memancing adrenalin dan membuat warganet geleng-geleng kepala ini dilaporkan terjadi pada Rabu, 19 Agustus 2026 sekitar pukul 11.06 WIB.
Dalam rekaman video yang beredar, sebuah mobil pribadi tampak berhenti di tengah jalur Safari Journey zona satwa karnivora.
Tanpa rasa takut atau memperhitungkan risiko fatal, seorang perempuan yang duduk di kursi penumpang bagian tengah dengan sengaja menurunkan kaca jendela mobilnya demi membidik gambar satwa buas tersebut melalui gawai miliknya.
Perekam video asli yang berada di dalam kendaraan berbeda mengaku dibuat ketakutan setengah mati menyaksikan tindakan ceroboh tersebut.
Baca Juga: Darurat Sepak Bola Dunia! Tagar 'InfantinoOut' Menggema, Suporter Kompak Desak Presiden FIFA Mundur
Suasana kabin pengamat bahkan diwarnai kepanikan psikologis melihat betapa tipisnya batas antara keselamatan dan maut.
Ukhti yang keluar, kepala saya yang keringet dingin. Enggak kebayang kan kalau itu macan tiba-tiba lari? tulis pengunggah video melalui akun Threads @cahyaniis pada Jumat, 21 Agustus 2026, sembari menandai akun resmi pengelola Taman Safari Indonesia.
Ketegangan mencapai puncaknya ketika salah satu harimau di area tersebut merespons keberadaan kendaraan dan perlahan mulai melangkah mendekat.
Sontak, suasana berubah drastis menjadi kepanikan kilat di dalam mobil pelanggar yang langsung buru-buru menaikkan kaca jendela mereka.
Dia lebih memilih menumbalkan kepalanya? Emang HP-nya enggak bisa nge-zoom ya? Tuh kan disamperin, ada-ada aja. Tau tuh abangnya kenapa diem aja, imbuh sang perekam, menyoroti lemahnya kepedulian pengemudi terhadap potensi ancaman biologis di depan mata.
Baca Juga: Aksi Keji Begal di Palembang Renggut Nyawa Mahasiswi, Warga Desak Pelaku Segera Ditangkap!
Panen Hujatan, Publik Desak Sanksi Blacklist
Sesaat setelah diunggah ke ruang publik digital, video berdurasi singkat ini langsung menuai ribuan interaksi dan diserbu komentar pedas warganet.
Mayoritas masyarakat mengecam keras tindakan egois tersebut yang dinilai tidak hanya membahayakan nyawa pelaku sendiri, tetapi juga mencoreng citra wisatawan edukasi yang tertib.
Kolom komentar dibanjiri desakan agar pihak manajemen segera mengambil tindakan hukum administratif berupa pencekalan masuk atau memasukkan oknum tersebut ke dalam daftar hitam (blacklist).
@afi****a: "Bisa lapor Taman Safari enggak tuh buat diblacklist?"
@aans: "Blacklist aja tuh. Udah ada imbauan tapi enggak mau baca."
@adr*e: "Itu gimana kalau tiba-tiba kuncinya mati? Jendelanya enggak bisa menutup, bahaya banget."
Baca Juga: Bikin Tamu Istana Menangis! Kisah Sinden Cilik Tanpa Tangan Dan Kaki Guncang HUT RI ke 81, Ada Apa?
Standar Keselamatan Mutlak Safari Journey
Menanggapi insiden berulang terkait pelanggaran batas aman ini, pihak manajemen Taman Safari Indonesia sebenarnya telah memberlakukan regulasi pengamanan yang sangat ketat.
Aturan dasar tersebut secara tegas melarang seluruh pengunjung untuk:
Membuka kaca jendela maupun sunroof kendaraan selama melintas di zona satwa karnivora (harimau, singa, beruang).
Turun dari kendaraan pribadi atau bus wisata dalam kondisi apa pun, kecuali di titik-titik fasilitas umum yang telah diizinkan atau saat mengikuti program khusus terpandu seperti Feeding Giraffe.
Hingga berita ini diturunkan, video aksi nekat tersebut masih terus bergulir di linimasa digital, sementara publik mendesak adanya investigasi dan sanksi tegas dari pihak pengelola demi memberikan efek jera agar insiden serupa tidak terulang kembali.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Makin Tegang! Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Tinggal Ditunggu, Dokumen UTS Insearch Jadi Sorotan
- 2Viral Kapolri Suyudi Baru Dilantik, Komisi III DPR Langsung Sambangi Rumahnya: Ada Apa? Isu Pejabat Polri Arogan Jadi Sorotan
- 3BPEK DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Raih Award of Appreciation di Success Business Mastery
- 4Viral di Jakarta! Surat Asli Bupati Sigi Berisi Permohonan Bantuan Jembatan Malah Jadi Bungkus Nasi Pecel, Ini Isi Lengkapnya
- 5Pendopo Gandeng Batik Indra Loka Perluas Pasar Busana Motif Lokal Lintas Generasi
- 6Geger! Guru ICM Serpong Jadi Tersangka Kekerasan Seksual, Dugaan Child Grooming Terungkap
- 7Fantastis! Orang Superkaya Indonesia Diproyeksi Tembus 6.966 Orang, Pertumbuhannya Nomor 1 Dunia, Ini Penyebabnya
- 8Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026! Drama 120 Menit dan Adu Penalti Akhirnya Putus Kutukan 35 Tahun
- 9Sesko Cedera Lagi, Manchester United Bisa Panik! 3 Striker Ini Berpotensi Jadi Solusi Januari 2027
- 10Dari Bangku Cadangan Jadi Pahlawan! Michael Olise Ungkap Instruksi Zidane yang Bikin Belgia Hancur






